Kali ini kita belajar tentang SWEBOK (Software Engineering Body of Knowledge).
SWEBOK ini merupakan standar pemahaman yang harus dipelajari ketika kita membahas tentang Rekayasa Perangkat Lunak. Selain SWEBOK, sebenarnya ada pula CCSE (Computing Curriculum Software Engineering) yang merupakan pemahaman standar tentang RPL. Proyek tersebut juga dikembangkan oleh IEEE Computer Society dan ACM. Orientasinya sedikit berbeda dengan SWEBOK yaitu untuk membentuk kurikulum standard berhubungan dengan bidang ilmu Software Engineering. Hal ini berbeda dengan orientasi SWEBOK yang lebih umum melingkupi dunia akademisi dan praktisi.
SWEBOK sudah 2 kali di publish, yaitu tahun 1999 dan tahun 2004. Pada SWEBOK tahun 2004, software engineering dibagi menjadi 10 bidang pembahasan/ key areas (KAs), yaitu :
1. software requirement (meliputi proses koleksi dokumen dan analisa kebutuhan user)
2. software design (melipti desain/pemodelan proses(UML, PDPA) dan data(ER-Diagram, CDM, PDM))
3. software construction (teknik koding dan implementasi)
4. software testing
5. software maintenance (meliputi proses penyempurnaan dan integrasi dengan teknologi baru)
6. software configuration management (meliputi versioning, n configuration)
7. software engineering management
8. software engineering process (meliputi macam2 proses pembuatan software : waterfall, spiral, XP dll)
9. software engineering, tools dam method
10. software quality
Meskipun banyak software professional di dunia dan maraknya penggunaan software dalam kehidupan kita sehari - hari, software engineering (RPL) belum menjadi sebuah disiplin ilmu dgn batasan yang jelas. Demikian pula para ilmuwan dibidang ini, mereka belum dianggap memiliki status profesi tertentu. Di awal tahun 1993, IEEE Computer Society dan ACM secara gencar mempromosikan bahwa Software Engineer adalah sebuah profesi yang menjanjikan.
Pada disiplin ilmu lain, akreditasi kurikulum dan sertifikasi profesional merupakan suatu hal yang serius untuk diperhatikan. Untuk mendapatkan akreditasi ataupun sertifikasi, yang harus dilakukan adalah selalu mengupgrade kemampuan berdasarkan kebutuhan saat ini. Hal ini karena akreditasi dan sertifikasi tersebut tidak berlaku seumur hidup, melainkan mempunyai batasan waktu. Jika batasan waktunya sudah habis, maka kita harus menempuh proses / ujian untuk mendapatkan akreditasi / sertifikasi lagi. Dengan demikian, kemampuan kita pada suatu bidang bisa terukur.
Dengan adanya SWEBOK diharapkan kita bisa terus mengikuti perkembangan ilmu software engineering. Dengan demikian, ini merupakan langkah awal agar Software Engineering diakui menjadi suatu profesi ataupun disiplin ilmu yang terpisah dengan adanya sertifikasi profesi dan akreditasi kurikulum pendidikan tinggi.
Dalam SWEBOK, digunakan pendefinisian istilah yang secara umum diterima dalam dunia software engineering. Project Management Inst. mendefinisikan istilah "secara umum diterima" adalah sebagai : teori dan prakteknya digunakan pada sebagian besar proyek pada saat sekarang, sehingga dapat diperoleh konsensus tentang kelebihan dan kegunaan teori dan praktek tersebut.
Sedangkan Industrial Advisory Board mendefinisikan "secara umum diterima" sebagai pengetahuan dasar yang wajib diketahui ketika kita belajar untuk persiapan ujian lisensi software engineering, yang ditempuh seorang mahasiswa IT setelah mempunyai 4 tahun pengalaman kerja.
daftar pustaka :
1. SWEBOK (
http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=SWEBOK&redirect=no)
2.
http://romisatriawahono.net/2006/05/30/meluruskan-salah-kaprah-tentang-rekayasa-perangkat-lunak3.
http://en.wikipedia.org/wiki/Software_Engineering_Body_of_Knowledge